JANGANLAH MENCARI PEMBENARAN, tetapi CARILAH KEBENARAN
Jumat, 08 Juni 2012
0
komentar
Dan sekarang, sudah bukan jamannya lagi untuk berdebat dengan sesama
muslim! Selama muslim itu benar dalam pandangan syariat, melakukan
perbuatan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah, melakukan perbuatan
yang tidak dilarang oleh Rasulullah. Maka kita, tidak usah saling
membenarkan atau menyalahkan!
Kita ingat, musuh bersama kita sekarang bersatupadu memerangi kita.
Mereka sedang menyiapkan senjata-senjata mereka. Sejata materil, Pun senjata
propaganda perpecahan umat. Maka kita jangan sampai tertipu daya dengan
propaganda itu. Adakalanya, saat kita berdebat. JANGANLAH MENCARI PEMBENARAN, tetapi CARILAH KEBENARAN untuk kemaslahatan. Bukan kebenaran abstrak yang kolot harus dilakukan. Karena, kita harus ingat. Bahwa jaman terus berubah, banyak aturan-aturan Rasulullah yang tidak mengatur dalam aturan jaman yang akan datang. Dalam konteksnya, ijtihad-ijtihad yang dilakukan ulama satu dengan ulama yang lainnya. Tidaklah boleh saling membuat perpecahan diantara umat Islam!
Kita ingat bahwa sesungguhnya, sebuah persatuan dalam Islam akan terjadi.
Manakala semua umat Islam mengerti apa yang dilakukannya masing-masing. Usahausaha untuk saling mengingatkan antara sesama Islam. Harus dilakukan. Tetapi dengan cara bahasa yang santun, tidak menyakitkan hati seorang yang akan kita beri pengingatan kembali. Banyak cara agar persatuan Islam dapat kembali, salah satunya seperti yang ana sebutkan tadi. Karena jika kita terlena dengan perang kita sendiri,sedangkan ada musuh bersama yang sedang mengintai kita. Yang sekarang sedang melakukan persiapan untuk menghancurkan umat Islam. Sekarang, sudah saatnya kita harus bangun dari tidur kita dengan mimpi-mimpi buruk perpecahan umat Islam.
Akan menjadi sebuah kehancuran, saat-saat kita masih terbuai dengan mimpi-mimpi berdebat dengan sesama Islam. Jangan-jangan, saat kita terbangun dari tidur. Para musuh Islam, sudah menodongkan senjata dihadapan kita! Apalagi, saat kita terbangun. Ternyata kita sudah berada dipenjara-penjara musuh Islam. Atau, janganjangan. Malah saat kita terbangun, kita sudah berada diakhirat. Dibangunkan oleh malaikat dengan pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang telah kita lakukan untuk Sang Khaliq. Dibangunkan oleh malaikat, saat kita diakhirat. Karena pada saat kita sedang tertidur, musuh-musuh Islam telah menjatuhkan bom-bom mereka. Sehingga, kita tidak sadar bahwa kita telah meninggal. Kita telah berada diakhirat, karena kebodohan kita memerangi umat Islam sendiri!
Apakah kita rela memerangi saudara kita sendiri? Apakah kita memang menginginkan kehancuran umat Islam? Ataukah, karena kita ingin menunjukkan
kebenaran yang pada dasarnya hanya ingin memenangkan sebuah perdebatan? Masya Allah. Kita sekarang sedang dilanda dengan berbagai hinaan, cercaan dari umat yang lain. Apakah kita harus saling menghina umat Islam sendiri! Inilah yang memang seharusnya koreksi bagi kita. Meskipun, saudara-saudara kita menghina dengan perkataan yang menyakitkan hati. Cukuplah Allah, mengetahui apa yang kita inginkan. Hanyalah Allah, yang dapat membuktikan niat dan cara kita tidak seperti yang mereka duga. Dan biarkanlah hujatan-hujatan itu, Allah yang menjawabnya!
AllahuAkhbar !!
Keep Istiqomah Saudaraku..!
Kita ingat, musuh bersama kita sekarang bersatupadu memerangi kita.
Mereka sedang menyiapkan senjata-senjata mereka. Sejata materil, Pun senjata
propaganda perpecahan umat. Maka kita jangan sampai tertipu daya dengan
propaganda itu. Adakalanya, saat kita berdebat. JANGANLAH MENCARI PEMBENARAN, tetapi CARILAH KEBENARAN untuk kemaslahatan. Bukan kebenaran abstrak yang kolot harus dilakukan. Karena, kita harus ingat. Bahwa jaman terus berubah, banyak aturan-aturan Rasulullah yang tidak mengatur dalam aturan jaman yang akan datang. Dalam konteksnya, ijtihad-ijtihad yang dilakukan ulama satu dengan ulama yang lainnya. Tidaklah boleh saling membuat perpecahan diantara umat Islam!
Kita ingat bahwa sesungguhnya, sebuah persatuan dalam Islam akan terjadi.
Manakala semua umat Islam mengerti apa yang dilakukannya masing-masing. Usahausaha untuk saling mengingatkan antara sesama Islam. Harus dilakukan. Tetapi dengan cara bahasa yang santun, tidak menyakitkan hati seorang yang akan kita beri pengingatan kembali. Banyak cara agar persatuan Islam dapat kembali, salah satunya seperti yang ana sebutkan tadi. Karena jika kita terlena dengan perang kita sendiri,sedangkan ada musuh bersama yang sedang mengintai kita. Yang sekarang sedang melakukan persiapan untuk menghancurkan umat Islam. Sekarang, sudah saatnya kita harus bangun dari tidur kita dengan mimpi-mimpi buruk perpecahan umat Islam.
Akan menjadi sebuah kehancuran, saat-saat kita masih terbuai dengan mimpi-mimpi berdebat dengan sesama Islam. Jangan-jangan, saat kita terbangun dari tidur. Para musuh Islam, sudah menodongkan senjata dihadapan kita! Apalagi, saat kita terbangun. Ternyata kita sudah berada dipenjara-penjara musuh Islam. Atau, janganjangan. Malah saat kita terbangun, kita sudah berada diakhirat. Dibangunkan oleh malaikat dengan pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang telah kita lakukan untuk Sang Khaliq. Dibangunkan oleh malaikat, saat kita diakhirat. Karena pada saat kita sedang tertidur, musuh-musuh Islam telah menjatuhkan bom-bom mereka. Sehingga, kita tidak sadar bahwa kita telah meninggal. Kita telah berada diakhirat, karena kebodohan kita memerangi umat Islam sendiri!
Apakah kita rela memerangi saudara kita sendiri? Apakah kita memang menginginkan kehancuran umat Islam? Ataukah, karena kita ingin menunjukkan
kebenaran yang pada dasarnya hanya ingin memenangkan sebuah perdebatan? Masya Allah. Kita sekarang sedang dilanda dengan berbagai hinaan, cercaan dari umat yang lain. Apakah kita harus saling menghina umat Islam sendiri! Inilah yang memang seharusnya koreksi bagi kita. Meskipun, saudara-saudara kita menghina dengan perkataan yang menyakitkan hati. Cukuplah Allah, mengetahui apa yang kita inginkan. Hanyalah Allah, yang dapat membuktikan niat dan cara kita tidak seperti yang mereka duga. Dan biarkanlah hujatan-hujatan itu, Allah yang menjawabnya!
AllahuAkhbar !!
Keep Istiqomah Saudaraku..!


0 komentar:
Posting Komentar