***Life Is Choice..Keep Istiqomah***

MAKALAH ANALISIS KASUS TERORISME DAN KETAHANAN NASIONAL

Posted by Syabrianto Arif Wijaya Selasa, 09 Oktober 2012 0 komentar

MAKALAH ANALISIS KASUS
TERORISME DAN KETAHANAN NASIONAL

1.     Akar masalah terorisme atas nama agama di Indonesia
Di awal abad 21 ini, nampaknya kata terorisme menjadi sesuatu yang paling menarik dan tidak pernah berhenti untuk dikaji. Yang paling menarik dari masalah terorisme ini adalah bahwa stigmanya ditujukan pada salah satu agama, yaitu Islam, meski bila kita telusuri tindakan kekerasan mengatasnamakan agama sebenarnya ada pada hampir semua agama. Keberadaan teroris yang membawa bendera Islam ini memang ada dan tidak bisa dikesampingkan aksi-aksinya. Keberadaan mereka tidak hanya mengancam peradaban Barat, tetapi juga merusak Islam itu sendiri. Dalam khazanah sejarah Islam, kelompok semacam al-Qaedah ini sudah ada dalam bentuk Khawarij dan Assassin. Khawarij terbentuk karena ketidakpuasan pada kepemimpinan Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah. Sedangkan Assassin adalah sekelompok pembunuh Syi’ah yang membunuh para ulama Sunni dan pejabat Sunni dari Daulah Abbasyiah. Mencari akar pemikiran terorisme ini akhirnya kita harus melihat sejarah gelap kehidupan di Arab Saudi.
Masuknya teroris di Indonesia memang masih banyak perdebatan. Salah satunya seperti ada yang setelah belajar dari Timur Tengah menjadi kaki-tangan al-Qaedah, namun jumlahnya sangat kecil. Yang paling mungkin sekarang ini adalah perekrutan langsung di Indonesia, dengan menyuntikkan doktrin-doktrin dan pandangan yang sesat kepada pemuda yang lemah imannya demi tercapainya kepentingan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

2.     Peran Media Masa  Terhadap Terorisme.
Media Massa memberikan kesadaran dan mempengaruhi pemikiran publik dalam bentuk narasi dan berita yang kemudian di asumsikan sebagai sesuatu yang realita.Dan Media mampu memfokuskan perhatian publik dan mempengaruhi persepsi publik tetntang apa yang menjadi isu yang penting. “Kemampuan mempengaruhi dan mengarahkan publik agar berfikir tentang isu tertentu, sehingga menjadi prioritas pemikiran dan topik pembicaraan, di kenal sebagai peran penempatan agenda media.” (McCombs,2006:11) Sedangkan menurut Kepala Badan Nasioanal Penanggulangan Terorisme, Inspektur Jendral Ansyaad Mbai (kompas, 19/03/2011) mengatakan Media massa digunakan para pelaku teror untuk menyebarluaskan pesan aksi mereka dan menimbulkan kepanikan masyarakat. Media Massa juga berperan sebagai corong para pelaku teror. Di samping itu Media massa untuk memblow up reaksi brutal dari pemerintah.
Dalam konteks realitasnya tindakan terorisme adalah salah satu bentuk komunikasi juga, Karena para teroris biasanya mengekspos tindakan mereka itu dengan memanfaatkan media massa. Dan ini biasanya merupakan bagian terbesar dari sebuah ulasan berita dari media itu sendiri. Dan akibatnya adalah seringkali adanya salah paham terhadap istilah media terorism dalam menangkap maksud dari teroris untuk mengkomunikasikan perbuatan dan tindakannya itu sebagai ketundukan media. Hal ini karena para teroris biasanya bermaksud untuk mendapat ekspos media terhadap tindakan mereka sehingga pemerintah bisa mengetahui keinginan teroris mengapa mereka melakukan teror dan menemukan sebuah realitas bahwasanya media merupakan sarana penghubung antara pemerintah dengan warga negara.

3.     Cara Ketahanan Nasional mengantisipasi atau mencegah terjadinya terorisme atas nama agama tertentu dibumi Nusantara
Dalam mengupayakan pencegahan dan penanggulangan terorisme, Badan Intelijen Negara telah menerapkan strategi supremasi hukum, indiskriminasi, independensi, koordinasi, demokrasi, dan partisipasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme. Melalui strategi supremasi hukum, upaya penegakan hukum dalam memerangi terorisme dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Strategi indiskriminasi yang mensyaratkan upaya pencegahan dan penanggulangan diberlakukan tanpa pandang bulu, serta tidak mengarah pada penciptaan citra negatif kepada kelompok masyarakat tertentu. Prinsip indepedensi juga dilaksanakan untuk tujuan menegakkanketertiban umum dan melindungi masyarakat tanpa terpengaruh tekanan negara asing dan kelompok tertentu. Penanggulangan terorisme dilaksanakan dengan melakukan koordinasi antara instansi terkait dan komunitas intelijen serta partisipasi aktif dari komponen masyarakat

4.     Solusi masalah terorisme atas nama agama tertentu di Indonesia
Maraknya aksi terorisme di indonesia di picu oleh pemahaman agama yang sempit.Hal ini sangat berbahaya keberadaanya, karena mereka beranggapan bahwa kelompok dan komunitasnya yang benar dan yang lainnya adalah salah. Selain berkaitan dengan masalah pemahaman agama yang salah kaprah, aksi terorisme ini juga dipicu oleh ketimpangan ekonomi dan alienasi sosial di tengah pluralisme dunia dan negara bangsa yang cenderung materialistik. Demokrasi yang mengandaikan pluralisme pada awalnya diharapkan dapat mengatasi munculnya pandangan sempit (sebagai akar-akar radikalisme), tetapi hal itu saja jelas tidak cukup. Demokrasi, pluralisme, harus berjalan seiring dan sinergis dengan perbaikan ekonomi dan pembangunan sosial. Pemerintah juga harus terus berupaya menegakkan keadilan di masyarakat dan pemerataan pembangunan di segala bidang. Ideologi radikal mudah terbentuk dan berkembang mekar di masyarakat yang ketimpangan sosial ekonominya sangat tajam.


#Sekedar berbagi dan Sharing ^_^
semoga bemanfaat..


Nama             :   SYABRIANTO ARIF WIJAYA
NIM                :   019107444
UPBJJ-UT       :   PEKANBARU
SEMESTER     :  1 (SATU)
PRODI            :  MANAJEMEN-S1

Satu Gereja Masuk ISLAM

Posted by Syabrianto Arif Wijaya Rabu, 20 Juni 2012 1 komentar
Ini Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika Rabu, 22 Februari 2006 silam.

Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.


Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan, namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini."

Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya.

Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. "Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim."

Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu."Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus
menjawabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!



Sang pendeta pun mulai bertanya,

? Sebutkan satu yang tiada duanya,

? Dua yang tiada tiganya,

? Tiga yang tiada empatnya,

? Empat yang tiada limanya,

? Lima yang tiada enamnya,

? Enam yang tiada tujuhnya,

? Tujuh yang tiada delapannya,

? Delapan yang tiada sembilannya,

? Sembilan yang tiada sepuluhnya,

? Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,

? Sebelas yang tiada dua belasnya,

? Dua belas yang tiada tiga belasnya,

? Tiga belas yang tiada empat belasnya.

? Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!

? Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?

? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?

? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?

? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!

? Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?

? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?

? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!

? Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"


Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,

? Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.

? Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra':12).

? Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.

? Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al- Qur'an.

? Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

? Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.

? Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk:3).

? Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

? Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang

? Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah ke-baikan. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluhkali lipat." (Al-An'am: 160).

? Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.

? Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).

? Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

? Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing. " (At-Takwir:18).

? Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

? Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf,yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami,lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepadamereka," tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

? Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).

? Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

? Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).

? Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

? Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).

? Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.



Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.

Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata,
"Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! "

Pendeta tersebut berkata,
"Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. " Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda."

Sang pendeta pun berkata, "
Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa'asyhaduanna Muhammadar Rasulullah."

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu langsung memeluk agama Islam.



ALLAHU AKBAR! Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

Semoga Kisah ini dapat menambah kuat Iman kita sebagai seorang Muslim, dan jika Kisah ini di baca oleh orang non muslim, semoga dia sadar dan memeluk Agama yang paling Benar, Agama ALLAH SWT

SEORANG PEMUDA SELAMA 17 TAHUN TINGGAL DIDALAM KUBURAN(Kisah nyata,wajib baca)

Posted by Syabrianto Arif Wijaya Selasa, 19 Juni 2012 0 komentar
Pernahkah Anda mengetahui kisah ini..??

Kisah seorang pemuda yang hidup selama 17 tahun dalam kuburan..??

Anda mungkin mengira bahwa ia tinggal di daerah dekat kuburan..??
Tidak..!!
Dia tidak tinggal di daerah dekat kuburan, tapi ia tinggal di dalam kuburan itu sendiri..!

Bagaimana kisahnya..??

Anda mungkin tidak akan mempercayai kisah ini, karena pemuda ini lahir dari keluarga berada (kaya).

Ayah dan Ibunya orang yang terpandang dan memiliki kekayaan yang berlimpah.
Dalam pandangan masyarakat sekitar, kedua orang tua ini adalah orang tua yang sempurna.
Namun orang hanya bisa menilai apa yang tampak.
Orang-orang tidak tahu bahwa kedua orang tua terpandang ini-lah yang memasukkan anaknya ke dalam kuburan, dan menjalani hidup selama 17 tahun di dalam kuburan!

Setiap hari, sang anak makan, minum dan tidur di dalam kuburan, yang penuh kegelapan.
Sang Anak juga hanya bisa menjalani apa yang diberikan kedua orang tuanya, tanpa perlawanan.

Menjelang ulang tahun pemuda itu yang ke-17.
Orang tuanya berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan si pemuda sebagai hadiah ulang tahunnya.

Sang pemuda berpikir, ini-lah saatnya dia akan mengajukan permintaannya.
Ia tidak ingin lagi tinggal di kuburan.
Tapi apakah orang tuanya benar-benar akan mengabulkan permintaannya..??

Hari itu pun tiba.
Sang pemuda berulang tahun yang ke-17.
Kedua orang tuanya datang menghampiri dan menanyakan hadiah apa yang ia inginkan.

Sang pemuda menjawab:
“Ayah, Ibu… saya tidak meminta banyak, saya hanya minta satu hal.” Kata pemuda itu.

“Apa itu, Nak..? katakan-lah, Ayah dan Ibu pasti akan mengabulkan permintaan-mu.” Jawab orang tuanya.

“Ayah dan Ibu berjanji..?” Kata sang pemuda dengan berharap.

“Tentu, Nak. Ayah dan Ibu berjanji akan memenuhi permintaan-mu, selama kami mampu.” Kata sang Ayah.

“Ayah… Ibu… saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan.” Kata pemuda itu.

“Apa? Apa maksud permintaan-mu itu, Nak..?” Kata orang tuanya keheranan..

“Ayah sudah berjanji akan mengabulkan permintaan-ku, dan hanya itu permohonan-ku, Yah.” Kata sang pemuda itu.

“Iya, Nak. Ayah sudah berjanji… tapi… tapi… Ayah tidak mengerti, Nak.” Kata sang Ayah masih diliputi keheranan..

“Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini, tapi tidak sehari-pun saya mendengar Ayah atau Ibu membaca Al-Qur'an. Sedangkan Rasulullah pernah mengatakan bahwa rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur'an di dalamnya adalah seperti kuburan. Saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan, Yah..” Jawab pemuda itu dengan penuh harap..

Ayah dan Ibu sang pemuda itu terdiam.

“Ayah dan Ibu bahkan tidak pernah mengajari-ku bagaimana membaca Al-Qur'an. Memang rumah ini mewah, besar dan orang-orang melihatnya sebagai Istana. Tapi mereka tidak tahu, bahwa di mata Rasulullah, rumah ini seperti kuburan.
Jika Ayah dan Ibu mau menepati janji mengabulkan permintaan-ku, tolong Yah.. Aku tidak ingin lagi tinggal di kuburan.
Ajari-lah aku membaca Al-Qur'an, agar rumah ini bercahaya dengan cahaya Al-Qur'an..” Pinta sang pemuda itu..

Renungkan-lah cerita diatas tadi..!
Di manakah kalian selama ini makan, minum, tidur dan menetap?
Di rumahkah..??
Di kos-an kah..??
Di kontra-kan kah..??
Atau kah di kuburan..??
Karena di tempat yang kalian tempati tidak pernah sekali-pun mendirikan sholat & membaca Al-Qur'an..??

Sesungguhnya Rasulallah shalallahu 'alaihi wa sallam mengibaratkan rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur'an di dalamnya & tidak di dirikan sholat di dalam nya, seperti kuburan(Hr Muslim )

Jadi, di manakah sebenarnya kalian tinggal saat ini.....??

Wallahu'alam...

JANGANLAH MENCARI PEMBENARAN, tetapi CARILAH KEBENARAN

Posted by Syabrianto Arif Wijaya Jumat, 08 Juni 2012 0 komentar


Dan sekarang, sudah bukan jamannya lagi untuk berdebat dengan sesama muslim! Selama muslim itu benar dalam pandangan syariat, melakukan perbuatan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah, melakukan perbuatan yang tidak dilarang oleh Rasulullah. Maka kita, tidak usah saling membenarkan atau menyalahkan!
Kita ingat, musuh bersama kita sekarang bersatupadu memerangi kita.
Mereka sedang menyiapkan senjata-senjata mereka. Sejata materil, Pun senjata
propaganda perpecahan umat. Maka kita jangan sampai tertipu daya dengan
propaganda itu. Adakalanya, saat kita berdebat. JANGANLAH MENCARI PEMBENARAN, tetapi CARILAH KEBENARAN untuk kemaslahatan. Bukan kebenaran abstrak yang kolot harus dilakukan. Karena, kita harus ingat. Bahwa jaman terus berubah, banyak aturan-aturan Rasulullah yang tidak mengatur dalam aturan jaman yang akan datang. Dalam konteksnya, ijtihad-ijtihad yang dilakukan ulama satu dengan ulama yang lainnya. Tidaklah boleh saling membuat perpecahan diantara umat Islam!
Kita ingat bahwa sesungguhnya, sebuah persatuan dalam Islam akan terjadi.
Manakala semua umat Islam mengerti apa yang dilakukannya masing-masing. Usahausaha untuk saling mengingatkan antara sesama Islam. Harus dilakukan. Tetapi dengan cara bahasa yang santun, tidak menyakitkan hati seorang yang akan kita beri pengingatan kembali. Banyak cara agar persatuan Islam dapat kembali, salah satunya seperti yang ana sebutkan tadi. Karena jika kita terlena dengan perang kita sendiri,sedangkan ada musuh bersama yang sedang mengintai kita. Yang sekarang sedang melakukan persiapan untuk menghancurkan umat Islam. Sekarang, sudah saatnya kita harus bangun dari tidur kita dengan mimpi-mimpi buruk perpecahan umat Islam.
Akan menjadi sebuah kehancuran, saat-saat kita masih terbuai dengan mimpi-mimpi berdebat dengan sesama Islam. Jangan-jangan, saat kita terbangun dari tidur. Para musuh Islam, sudah menodongkan senjata dihadapan kita! Apalagi, saat kita terbangun. Ternyata kita sudah berada dipenjara-penjara musuh Islam. Atau, janganjangan. Malah saat kita terbangun, kita sudah berada diakhirat. Dibangunkan oleh malaikat dengan pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang telah kita lakukan untuk Sang Khaliq. Dibangunkan oleh malaikat, saat kita diakhirat. Karena pada saat kita sedang tertidur, musuh-musuh Islam telah menjatuhkan bom-bom mereka. Sehingga, kita tidak sadar bahwa kita telah meninggal. Kita telah berada diakhirat, karena kebodohan kita memerangi umat Islam sendiri!

Apakah kita rela memerangi saudara kita sendiri? Apakah kita memang menginginkan kehancuran umat Islam? Ataukah, karena kita ingin menunjukkan
kebenaran yang pada dasarnya hanya ingin memenangkan sebuah perdebatan? Masya Allah. Kita sekarang sedang dilanda dengan berbagai hinaan, cercaan dari umat yang lain. Apakah kita harus saling menghina umat Islam sendiri! Inilah yang memang seharusnya koreksi bagi kita. Meskipun, saudara-saudara kita menghina dengan perkataan yang menyakitkan hati. Cukuplah Allah, mengetahui apa yang kita inginkan. Hanyalah Allah, yang dapat membuktikan niat dan cara kita tidak seperti yang mereka duga. Dan biarkanlah hujatan-hujatan itu, Allah yang menjawabnya!

AllahuAkhbar !!

Keep Istiqomah Saudaraku..!

Inikah Perang Dunia Selanjutnya ??

Posted by Syabrianto Arif Wijaya 0 komentar


Masih membekas dalam benak kita betapa perihnya tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah dunia. Perang Dunia II yang berlangsung tahun 1939-1945 dimana melibatkan lebih dari 100 juta personel berakhir dengan Sekutu sebagai pemenang secara militer, sedangkan perang politik dan ideologi masih terus berlanjut ke dalam arena baru, yang dinamakan dengan Perang Dingin, yakni antara Blok Barat di bawah pimpinan Amerika Serikat dengan Blok Timur di bawah Uni Soviet[1].
Blok Barat membawa ideologi liberalis-kapitalis sedangkan Blok Timur membawa ideologi sosialis-komunis. Pada tahun 1980-an, Amerika Serikat unggul atas Uni Soviet, hingga pada akhirnya pada tahun 1991 Perang Dingin selesai dengan ditandai runtuhnya idelogi komunisme[2]. Inilah yang dinamakan dengan fenomena dominasi, yakni dua kekuatan besar dunia akan saling berbentur hingga pada akhirnya munculah satu kekuatan sebagai pemenang.
Setelah berakhirnya Perang Dingin, runtuhnya Soviet dan dicampakkannya komunisme, maka telah menciptakan “vakum (kekosongan) ancaman” yang menyebabkan dunia Barat mencari musuh-musuh baru.[3] Jika rentang tahun 1945 hingga 1991 dua kekuatan besar dunia itu adalah Barat dengan ideologi liberal-kapitalisnya dan Uni Soviet dengan sosialis-komunisnya. Maka siapakah kini dua kekuatan besar dunia pasca runtuhnya komunis ? Jawabannya adalah Barat dan Islam. Sebuah tesis dari pakar politik Harvard University, Samuel P. Huntington menyebutkan adanya Clash of Civilisation (benturan peradaban) antara Peradaban Barat dengan Islam[4].
Hal ini juga dikuatkan oleh Menteri Luar Negeri Italia menjelang persidangan NATO di London yang mengatakan, “Perang Dingin antara Barat dengan Timur (komunis Uni Soviet) telah berakhir, tetapi timbul lagi pertarungan baru, yaitu pertarungn antara Dunia Barat dan Dunia Islam.”[5]
Jutaan kaum Muslimin di Asia Tengah yang sebelumnya terpuruk di bawah kezaliman komunis Soviet, kembali menemukan jati dirinya sebagai Muslim dan berupaya mengekspresikannya sekaligus menjadikan Islam sebagai ideologi alternatif pengganti komunisme. Dalam artikel yang berjudul “Karl Max Makes Room for Muhammad” di majalah Time edisi 12 Maret 1990, juga menyebutkan bahwa negara-negara Asia Tengah anggota federasi Uni Soviet seperti Azerbaian, Tajikistan, Kazakhstan, Turkmenisten, Uzbekistan, Kirghizstan kini berpenduduk mayoritas Islam (antara 50% hingga 90%). Jelas ini merupakan salah satu tanda bahwa Ideologi Islam mulai kembang subur di kancah dunia.
Inikah perang dingin selanjutnya ? Peradaban Islam merupakan ancaman besar bagi Peradaban Barat. Islamlah yang pernah mengalahkan Barat pada Perang Salib silam (1096-1291 M), dan dari sini tentu menimbulkan dendam kesumat Barat terhadap Islam. Epistemologis [6] . Islam jelas berbeda sekali dengan epistemologis barat. Epistemologis Islam menempatkan Tuhan(red: Allah) sebagai pusat, atau disebut juga dengan istilah Teosentris. Sedangkan epistemologis Barat menempatkan manusia sebagai pusat tatanan, disebut dengan istilah Antroposesntris, sehingga konsep-konsep Barat bersumber dari inspirasi humanistik rasional.
Ambil contoh dalam memandang hakikat kebenaran. Epistemologis Islam memandang jika kebenaran mutlak bersumber dari Tuhan(wahyu), karena rasionalitas manusia itu terbatas sehingga tidak semua kebenaran bisa dibuktikan secara rasional. Dan hingga kini, Al-Qur’an terus dan akan tetap sejalan dengan perkembangan sains, karena Al-Qur’an merupakan wahyu Tuhan yang otentik. Sedangkan Barat memandang kebenaran secara materialis-empiris (tampak dan terbukti).
Hal ini dikarenakan Barat mengalami tragedi spiritual yang amat buruk, dimana para ilmuwan sains pada tahun 1600-an M (seperti Galileo dan Copernicus) dihukum karena dianggap telah menentang Gereja, sehingga komunitas ilmuwan akhirnya sepakat bahwa kebenaran sejati akan didapat jika mereka berlepas diri dari dogma Gereja dan menggunakan rasionalitas mereka untuk membuktikan kebenaran secara empiris.
Perbedaan Islam dan Barat jelas akan menimbulkan benturan hebat dalam peradaban dunia seperti yang disebutkan Samuel P. Huntington. Salah satu akibatnya, negara-negara dunia yang men-declare sebagai negara Islam atau negara dengan mayoritas penduduk Islam akan cenderung menolak sistem Barat. Dan telah kita ketahui bersama bahwa potensi energi dunia tersimpan di rahim bumi negara-negara Islam, sehingga dalam konteks ini hasrat barat untuk menguasai minyak bumi menjadi terhambat.
Selain itu, penyebab permusuhan Islam dengan Barat adalah kesalah pahaman Barat dalam memahami Islam. Barat pada umumnya mempelajari dan memahami Islam dari buku-buku para orientalis, sedangkan para orientalis mengkaji Islam dengan tujuan untuk menimbulkan miskonsepsi terhadap Islam, selain adanya motif politis yaitu untuk mengetahui rahasia kekuatan umat Islam yang tidak lepas dari ambisi imperealis Barat untuk menguasai dunia Islam.
Hal ini diperparah dengan sajian media yang menampilkan bukan “Islam kebanyakan” (Sunni), melainkan Syi’ah (Iran) yang hanya dianut oleh sekitar 10% kaum Muslimin dunia. Akbar S.Ahmed menuliskan, “Syi’ah menjadi perwakilan Islam di media Barat.”[7] Dan seperti kita ketahui bersama bawasannya Iran ialah negara yang lantang menentang Barat, dan akibatnya sejak tahun 1980 hingga kini Iran telah diembargo oleh Barat.[8] Iran kini terisolasi dari dunia luar, terislolasi dari akses ekonomi dunia dan teknologi modern, namun dari sini Iran justru menunjukkan bahwa negrinya bisa bangkit secara mandiri dan independen tanpa adanya dunia Barat.
Is it the next Cold War ? Kini permusuhan itu semakin nyata. Adanya konflik Palestina yang menguras banyak air mata umat Islam di penjuru dunia menjadi bukti nyata perseruan itu. Israel tetap mendapatkan dukungan Barat (AS) ketika Zionis Yahudi sekuat tenaga menghalangi terbentuknya negara Palestina merdeka. Barat juga berusaha membasmi gerakan-gerakan Islam seperti Hizbullah di Lebanon, Ikhwanul Muslimin di Mesir, Islamic National Front di Sudan, Partai Front Keselamatan Islam (FIS) di Aljazair, Taliban di Mesir, termasuk turut campur dalam revolusi Timur Tengah yang terjadi belakangan ini.

Catatan:
[1] Supriatna, Nana. 2006. Sejarah. Bandung: Grafindo (halaman 66)
[2] Adams, Simon. 2008. Atlas Dunia Modern. Jakarta: Erlangga (halaman 30)
[3] Esposito, John L. 1997. Bahaya Hijau: Kesalahpahaman Barat terhadap Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar (halaman 3)
[4] Syamsul, Asep. 2000. Demonologi Islam. Jakarta: Gema Insani Press
[5] Newsweek, 2 Juli 1990
[6] Dasar-dasar dan batas-batas pengetahuan (KBBI)
[7] Akbar S. Ahmed. 1997. Living Islam (halaman 77)
[8] Sulaeman, Otong. 2010. Dari Jendela Hauzah. Bandung: Mizan (halaman 140)

Iyyaka na' budu...,

Posted by Syabrianto Arif Wijaya Minggu, 03 Juni 2012 0 komentar

Kisah ini diceritakan oleh Syaikh Akbar Ibnu Arabi dalam kitabnya Al Futuhat Al Makkiyah. Berikut petikannya:
Seorang ustadz bercerita bahwa ia memiliki seorang murid kecil yang terbiasa membaca Al Quran kepadanya. Suatu hari, ia melihat wajah muridnya sayu. Ia pun bertanya tentang kondisi murid itu kepada teman-temannya. Ada yang menjawab bahwa anak itu telah shalat malam dengan mengkhatamkan seluruh Al Quran.
Ia lalu bertanya kepadanya, “Wahai anakku, saya diberitahu bahwa kamu semalam mengkhatamkan seluruh Al Quran dalam shalatmu.”
“Benar, ustadz.” jawab murid itu.
“Wahai anakku, nanti malam, bayangkanlah wajahku di depanmu sewaktu kamu shalat lalu bacalah Al Quran di hadapanku dan jangan kamu lalai.”
“Ya, ustadz.”
Ketika pagi hari, ia bertanya, “Apakah kamu sudah melakukan apa yang aku pesankan?”
“Sudah, ustadz.”
“Apakah kamu mengkhatamkan Al Quran?”
“Tidak, aku tak mampu menyelesaikan lebih dari separo Al Quran.”
“Wahai anakku, itu cukup baik. Nanti malam, hadirkanlah bayangan wajah salah seorang sahabat Rasulullah, mereka adalah orang-orang yang telah mendengarkan Al Quran langsung dari Rasulullah, lalu bacalah di depannya dan hati-hati jangan sampai salah.”
“Insyaallah, ustadz. Saya akan lakukan.” jawab sang murid.
Keesokan harinya, ia bertanya lagi, “Apakah kamu sudah melakukan apa yang aku pesankan?”
Murid itu menjawab, “Saya tak mampu membaca lebih dari seperempat Al Quran.”
“Baiklah, nanti malam kamu bayangkan wajah Rasulullah yang telah menerima wahyu Al Quran itu dan sadarlah di depan siapa kamu sedang membaca.”
“Baik, ustadz.”
Keesokan harinya, ketika guru bertanya, murid itu menjawab,
“Aku tak mampu membaca lebih dari satu juz saja atau sekitar itu.”
“Wahai anakku, nanti malam kamu bayangkan wajah Jibril yang telah mendiktekan Al Quran kepada Rasulullah, bacalah di depannya dan sadarlah di depan siapa kamu sedang membaca.”
“Baik, ustadz.”
Keesokan harinya, ketika ia bertanya, murid itu menjawab,
“Saya tidak mampu membaca lebih dari beberapa ayat saja.” sambil menyebutkan ayat-ayat Al Quran yang ia baca.
“Wahai anakku, malam nanti bertaubatlah kepada Allah dan menunduklah. Ketahuilah bahwa orang yang sedang shalat itu adalah orang yang sedang berduaan dengan tuhannya. Renungkanlah apa yang kamu baca. Yang terpenting bukanlah memperbanyak bacaan, tapi tadabbur (menghayati) ayat-ayat yang kamu baca. Maka, jangan sampai kamu lalai.”
Keesokan harinya, sang guru tidak menemui murid itu. Ada yang mengatakan bahwa ia sedang sakit. Lalu ia menjenguknya.
Ketika melihat wajah ustadznya, murid itu menangis sambil berkata,
“Wahai ustadz, semoga Allah membalas anda dengan kebaikan. Aku belum pernah menyadari bahwa aku telah berbohong kecuali semalam tadi. Semalam aku telah membayangkan wajah Allah dalam shalatku, lalu aku pun merasa berat ketika membaca Al Quran di depan-Nya, aku tidak bisa menyelesaikan surat Al Fatihah kecuali hanya sampai Maliki Yaumiddin saja. Ketika aku hendak membaca Iyyaka na’budu, aku malu. Aku merasa telah berdusta di hadapan Allah. Aku mengaku hanya menyembah-Nya saja, tapi kenyataannya aku masih lalai dalam menyembah-Nya. Aku tidak bisa ruku’ sampai terbit fajar. Aku takut menghadap Allah dalam keadaan yang tidak aku sukai ini.”
Tiga hari kemudian, murid tersebut meninggal dunia. Ketika dimakamkan, sang ustadz mengunjungi kuburannya lalu bertanya tentang keadaannya di sana. Tiba-tiba ia mendengar suara pemuda itu dari bawah kuburan, “Wahai Ustadz, saya hidup di sisi Sang Maha Hidup. Dia tidak menghisabku sedikit pun.”
Kemudian ustadz itu pulang ke rumahnya dalam keadaan sakit, ia terbaring di atas ranjang akibat melihat kejadian itu. Tak lama kemudian, ia pun meninggal dunia menyusul pemuda tersebut.
Syaikh Ibnu Arabi berkata, “Barangsiapa membaca iyyaka na’budu seperti bacaan pemuda itu, ia telah benar-benar membacanya.”
(Sumber: Al Futuhan Al Makkiyah: Safar 6 hal. 297 cet. Sorbon; 2/6-7 Maktabah Syamilah)
Saudaraku, sudah berapa kali kita shalat? Pernahkah kita merasakan apa yang dirasakan oleh pemuda tadi? Sungguh, seandainya setiap orang yang shalat menghayati ayat-ayat yang sedang ia baca, niscaya shalat itu akan menjadi energi luar biasa yang akan merubah dirinya. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar.” Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang yang shalat sedang berduaan dengan Tuhannya.”
Wallahu a’lam bis showab.
Semoga bermanfaat.

Pria Sejati dan Wanita Sejati

Posted by Syabrianto Arif Wijaya 0 komentar



Pria Sejati
Pria Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.

Pria sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.

Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.

Pria sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.

Pria sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.

Pria sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu.

Pria sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.

Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan.

Pria Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.


Wanita Sejati
Seorang wanita sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.

Wanita sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Wanita sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Wanita sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Wanita sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.

Wanita sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Wanita sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Wanita sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Wanita sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

Inilah Akibatnya jika Iblis Membentangkan Sajadah

Posted by Syabrianto Arif Wijaya Jumat, 01 Juni 2012 0 komentar



Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. “ Hai, Blis! “ , panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : “ Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini! “ , jawab Iblis ketus.

“ Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci, Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti! “ , Kiai mencoba mengusir.
“ Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru “ . Kiai tercenung.
“ Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu “ .
“ Dengan apa? “
“ Dengan sajadah! “
“ Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis? “
“ Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar! “
“ Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis? “
“ Bukan itu saja Kiai... “
“ Lalu? “
“ Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar “
“ Untuk apa? “
“ Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah “ .

Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil.

Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.

Keduanya masih melakukan sholat sunnah.

“ Nah, lihat itu Kiai! “ , Iblis memulai dialog lagi.
“ Yang mana? “
“ Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka “ .

Iblis lenyap. Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.

Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa. Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat.

Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.

Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.

Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain. “ Astaghfirullahal adziiiim “ , ujar sang Kiai pelan.

Ketika Tuhan menciptakan Wanita

Posted by Syabrianto Arif Wijaya Kamis, 31 Mei 2012 1 komentar



Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
“Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?”
Tuhan menjawab,
“Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?” Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan“.

Malaikat menjawab dan takjub,
“Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!
Tuhan menjawab,
“Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari“.

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
“Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”
Tuhan menjawab,
“Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”
“Untuk apa?“, tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan,
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”

“Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, Dia sering lupa betapa berharganya dia ..”

Tafakkur Sejenak

Posted by Syabrianto Arif Wijaya 0 komentar



Assalamualaikum Wr Wb.

***Tafakur Sejenak***
, oleh Syabrianto Arif Wijaya.

"Disaat kita menghembuskan nafas terakhir.. disaat itu pula kita terbangun dari "Tidur". memulai langkah dikehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang kekal nan abadi ! "

Sahabatku Fillah yang di rahmati Allah SWT. mari kita sama-sama merenung, berTafakur dalam bentangan Sajadah, Berkhalwat dengan Allah SWT.

Suatu saat nanti kita pasti akan terbaring kaku berbungkus kaffan, disaat itu kita hanya dapat berfikir dan menangis, "Perasaan baru kemarin aku lahir, aku di manja mama, papa dan keluarga, aku yang berprestasi disekolah, aku yang mulai nakal, aku yang remaja dan mengenal cinta, aku yang dewasa, menjadi orang tua hingga mempunyai cucu. Tapi sekarang, aku telah terbaring kaku, sendiri, sunyi, sepi, dingin, gelap, kotor, dan sempit. Aku menunggu untuk dibangkitkan.."

Orang Alim pernah berkata, "Kuburan itu merupakan sebuah taman dari Taman-Taman SYURGA, dan juga merupakan sebuah parit, dari Parit-parit NERAKA."

Dulu didunia aku tidak pernah berfikir panjang untuk kehidupan nyata ku ini. Aku lalai, aku terbuai, aku menyesal Yaa ALLAH !! :(

Suatu saat nanti, ketika hari Akhir tiba, aku dan semua manusia akan dibangkitkan dengan berbagai bentuk,  berdiri dipadang Masyhar yang luas tanpa busana, yang mana matahari hanya sejengkal dari kepala ku dan dapat mendidihkan otak ku. aku menunggu untuk dipanggil dan di Hisab.

Celakakah aku ???

Apakah kitab ku akan diberikan dari kiri atau kanan ku ???

Yaa ALLAH !!

#Sesungguhnya setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematiannya seperti yang di jelaskan Allah SWT dalam firmannya (QS Ali Imran : 185, QS Al-Anbiya' : 35 dan banyak lagi Allah menegaskan tentang hal ini)


Oleh karena itu, mulai detik ini, mulailah kita berTAFAKUR sejenak. Merenung dan membayangkan kehidupan kita yang sesungguhnya. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat, Taubatan Nasuha. Dan meraih Ridho-Nya, bersyukur dan beribadahlah hanya karena-Nya, bukan karena Syurga ataupun Neraka, karena itu semua hanyalah sebuah HADIAH dari Yang Maha Kuasa.

#Allah SWT. berfirman : " Bukankah Aku telah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada-Ku ? ( QS Adz-Dzariyat : 56)

Astaghfirullahal'adziim..
Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaahaillallah, AllahuAkhbar !

#mungkin, aku setelah menulis ini, atau kalian setelah membaca ini akan terbangun dari "tidur" menuju kehidupan sesungguhnya yang Kekal dan Abadi. dijemput Izro'il Menghadap sang Khaliq.

Asyhadu 'anlaa ilaa haillallah wa asyhadu 'anna muhammadarrasuulullah,,
Robbana aatina fiduniya hasanah wafil aakhiroti hasanah waqinaa adzaabannar.

Aamiin Allahumma Aamiin

^_^

#Dan aku tidak lebih baik#

Yaa Allah.. Ajal ku telah tiba

Posted by Syabrianto Arif Wijaya Jumat, 13 Januari 2012 0 komentar


(sebuah puisi dari hamba Allah)

Hariku telah tiba….

Selamat tinggal semua…….

Saat ini semua sunyi……,begitu sunyi……

Tidak ada lagi…. arti harta…………
Tidak ada lagi.…arti jabatan………
Tidak ada lagi….arti keangkuhan…….
Tidak ada lagi…. arti kesenangan duniawi…….

ya ALLAH…..
Andai….aku diperbolehkan kembali lagi ke
dunia……aku akan …..

Mengikuti….. perintah-MU
dan menjauhi larangan-MU ya ALLAH ……

aku akan rajin beribadah....
aku tidak akan menyakiti hati kedua orang tua….
aku tidak akan menyakiti hati guru….
aku tidak akan menyakiti hati teman….
aku tidak akan menyakiti hati orang lain….
aku tidak akan melakukan tipu daya….
aku akan penuhi semua hutangku, janjiku, ….
aku akan bertaubat dan tidak akan melakukan maksiat lagi….

Tapi …..aku sudah di alam barzakh ini..., dan tidak
dapat melakukan itu semua......

Kini…tinggal menunggu…. pengadilan….di hari akhir nanti…..

#Jangan Sampai kita menyesal di ujung hayat nanti seperti puisi diatas..
Wahai saudaraku.. Kembalilah..dan ajak lah saudaramu yang lain.. sampaikanlah dakwah ini walau hanya 1 ayat. Allah masih menyayangi kita dengan masih memberikan kita kesempatan untuk menghirup udara segar sampai detik ini..
Subhanallah
Walhamdulillah
Walaailaahaillallah
AllahuAkhbar..

I'm in Yahoo

Postingan